Dua lelaki hebat
Kebanggaan ku !!
Siapa dia??
Dia adalah kedua adikku yang aku sebut Pandawa yang tumbuh tanpa rama…
(Muhammad Lintar Ali (ali), 12th ),Dan (Bilal Abizar(bilal) 8th ). Aku selalu memanggil mereka berdua dengan sebutan “abang”, meski aku lebih tua, tapi inilah tradisi, biarkan aku membuat sebuah komitmen ucapan untuk masa depan agar mereka lebih terhormat jika aku pun menghormati mereka.
Aku pun tak pernah percaya akan ada sebuah perceraian di keluarga kecil ini,sungguh ini menjadi hal terberat untuk “abang” yang dulu usianya 2 tahun mundur, aku pun masih sangat bingung bahkkan ling lung harus seperti apa menghadapi hidup ini,…
Aku masih menyimpan sejuta kasih sayang akan ayahku, tapi… kini semua itu menjadi kebencian saat aku melihat Indahnya mata ibu dan lelah tubuhnya, bahkan aku tak kuasa melihat peluhnya yang menetes derasnya,… itu karena hidup tanpa seorangpun disisinya ku tahu….
Ibuku,... Memang wanita yang teramat kuat bahkan teramat sabar menghadapi keEgoisan seorang ayah yang ku bilang pada kawan, “ayahku telah mati” bahkan jika ada yang mengusik keluargaku, aku tak segan meninggalkannya, bahkan jika ia tahu aku tak berAyah dan dengan sengaja memamerkan kemesraan bersama keluarganya aku sangat membencinya, bahkan sampai aku mati…!!
Ibuku,…
Manusia yang begitu indah yang selalu aku puja, ia teman terbaikku, teman akrabku, teman candaku, teman curhatku, teman sepermainanku, kita satu prinsip, satu tujuan, satu nasib, satu tangis,…
Sungguh sekalipun aku tak rela menyebutnya Ayah jika ia meninggalkan ibuku yang teramat sholeha, yang selalu mendoakan aku, dan kedua pandawanya meski itu di malam hari yang dingin, terkadang isaknya membangunkanku, dan tak sengaja ku dengar ada namaku di sela doanya… itulah alasanku tidak mau sekalipun menyakiti, menghianati, bahkan mencundanginya….
Biarkan ia pergi jauh dari sini, karena kejamnya ia pada ibuku, yang membuat ibuku sembab di pipi manisnya, yang membuat syaraf otaknya bergetar akan kemarahannya yang terkadang memang ia yang buat permasalahannya, ialah ayahku… ayahku… ayahku…
Dulu !!
Begitu indah bersamanya, saat usiaku masih di bawah 5 tahun, aku selalu marah akannya yang terkadang terlalu sibuk bekerja lupa untuk menjemputku di sebuah Taman Kanak kanak bunafit di Bekasi, TK AL – HUDA, untungnya ada guruku bu lala yang setia mendampingiku sebelum aku di jemputnya, saat ia datang akupun menangis, sungguh aku tidak seperti anak anak yang lain yang dapat mengungkapkan kemarahan dengan celotehan, aku hanya sering menangis di hadapannya,…
Dan… saat aku marah ia orang yang sangat pandai merayu aku untuk dapat kembali tersenyum untuknya, aku tahu aku adalah anak kesayangannya, dan aku percaya dimanapun ia kini aku yakin ia masih menyayangiku sebagai anak perempuan satu satunya yang ia miliki,…
Aku senang sekali di ajak ke tempat foto, dan itulah caranya merayuku, karena aku anak yang sungguh sangat senang di foto apalagi di studio yang biasa di pakai model untuk foto foto… itu menjadi daya tarikku karena di sana banyak boneka yang dapat aku pegang untuk berfoto, rayuannya masih ku rasakan sampai terakhir kali aku di ajak berfoto saat aku pulang karate kira kira usiaku saat itu 10 tahun, ia telat menjemputku dan aku mulai marah, tapi kini aku tak lagi menangis, kan sudah besar?? Aku hanya diam saat ia bertanya tentang apapun yang tidak aku dengarkan sedikitpun !
Ayahku sungguh luar biasa sesungguhnya, ia manusia yang pandai merayu, yang dapat membuatku tersenyum bahkan tertawa saat ia meledek hasil hasil foto foto itu,!
Tapi kini luar biasanya itu sirna saat usiaku beranjak lebih dewasa begitu banyak cekcok di sini, mungkin karena ayahku anak satu satunya di keluarga dan ibuku pun demikian ! keegoisan merekalah yang menyebabkan semua ini terjadi, tetapi aku mulai tahu apa penyebabnya….
“Ayahku”
Sungguh aku tidak akan pernah sedikitpun untuk menyalahkan ibuku, karena ia bukanlah factor penyebabnya, Ibuku sering marah karena ulahnya juga,!
Itu sedikit kisah ayahku, biarlah itu hanya ada di memori ingatanku, dan jangan pernah uraikan apapun tentang ayah di hadapanku,
Kini dalam hidupku Ibu adalah nyawaku, sedikit saja ia bersedih adalah sebuah detakan jantungku yang tak beraturan yang dapat membuatku mati seketika saat ia bilang aku bandel ! tapi ia tak pernah berkata yang demikian…
Saat Ayahku ibuku ingin memutuskan hubungannya, tahukah ?? aku mencoba untuk menjadi anak ugal ugalan !! ugal ugalaan yang tak karuan, aku pamit malam hari untuk ngeband, padahal aku pergi hanya bermodal gitar yang aku beli sendiri, itu bukan ngeband, mana ada ngeband bawa gitar kopong sendiri ga ada teman,? Aku pergi untuk main ke rumah sahabatku rian,.. yang kini tidak begitu baik menjalani hubungan persahabatan hanya karena cewek yang selalu di sampingnya cemburu berat padaku ! entahlah !!
Ku ceritakan kisahku…
Mungkin tadinya aku hanya ingin ugal ugalan sebagai protes terhadap ayah dan ibuku, aku berteman dengan abang sepupuku falsy, aku di ajak main ke rumah rian itu,dan disana mereka Cuma ngerokok biasa dan ngegenjreng gitar, aku mulai tahu asap rokok itu menenangkan, aku tersender di samping rumah rian yang pada malam itu aku ingat dengan lampu yang agak redup dari lampu rumahku,anak anak yang lain sedang asik dengan dunia mereka dan aku mencoba mencuri satu batang lalu aku menatap langit yang menghitam, rasanya langit itu ingin mengatakan sesuatu dengan warnanya, hanya aku tak perduli, aku hanya menatap asap asap yang berterbangan kelangit, aku mulai berimaginasi andai aku menjadi asap yang terbang ke langit tak kembali, tapi rasanya malam itu langit tak berbahagia, langit tak bersahabat, tak seperti biasanya menatap sinis baju cuek yang aku pakai, celana jeans pendek dengan kemeja kotak kotak kuning lengan panjang, biarlah… aku sejenak merasakan lelahku hilang, bebanku hilang, perasaanku hanya mengawang dan agak sedikit pusing bahkan mengeluarkan air mata sedikit, bukan karena aku bersedih, tetapi aku merasakan pedih pada isapan pertama…
Itu awal aku ugal ugalan, terus dan terus aku main malam hari, sungguh aku anak yang sangat anti sesungguhnya dengan dunia malam, dulu kerjaku hanya belajar di meja belajar dengan nyala lampu yang terang bagai seorang professor.
Kian lama aku main hingga pulang larut, jika aku di marahi, aku mencoba untuk cuek dan tak berkata apapun, kadang saat tubuhku mulai tercium bau, aku masuk kekamar dan mandi, ibuku tak tahu karena ia berada di kamarnya bahkan ia telah tertidur.
Dulu temanku semua dalah kaum lelaki, yang problematikanya lebih rendah dariku, tapi aku cuek dan memaksa untuk bungkam, gitar yang aku bawapun tak sia sia mereka dendangkan dan akupun bernyanyi melupakan segalanya, mulai dari situ, mereka bilang suraku lumayan kalo untuk nyanyi nyanyi yang ga pake suara, yaa semacam scream, aku belajar dari mereka, aku mencoba untuk membuat teriakan yang dramatis karena nyaris terdengar seperti kuntilanak ! hahaha….
Memasuki dunia metal, dimana dunia yang ga ada rasa kepedulian,seenaknya dewek, teriak, ketawa ga mikirin orang lain, ngomong asal asalan, kalo ga “fuck” ya “suck” jorok kan? Ya itulah gw, blm bisa memilah metal yang sesungguhnya itu seperti apa, semakin banyak mengenal kaum laki laki, ada banyak yang jatuh cinta data itu, sungguh gw ga ngerti cinta itu apa, dia Cuma mengagumi gw, dan apa boleh buat gw harus mulai untuk memanfaatkan orang lain, temen abang abangan gw semuanya yang gw jadiin pacar Cuma 4 hari atau 2 hari rata rata gw incerin duitnya buat beli rokok, bahkan buat bayar ngeband, bahkan ada yang punya keyboard juga tempat untuk kita latihan itu gw jadiin lama juga, horror memang gw dulu, kalo ga salah itu waktu gw SMA kelas satu. Untuk pulang kerumah pun lupa, saat gw pegang gitar di depan sebuah warung sebelah rumah doi yang punya tempat itu, hal yang gag w duga, gw di usir dari warung itu, “maaf mbak!” . dia piker gw ngamen..??? gw lagi nunggu temen gw ngeluarin motor itu sebenernya, disitu gw tersadar betapa jeleknya gw waktu itu, sampe gw di samain sama pengamen jalanan, bukannya anak band tapi malah di kira gw pengamen??? Anjrit !!
Dari situ mulai sedih banget rasanya, hidup ini ternyata percuma jadi berandal, mau cari apa sesungguhnya ?? toh aku Cuma di pandang seorang pengamen??
Beda halnya saat aku bersama ibuku, banyak orang yang menghargai aku karena bergandengan dengan ibu yang begitunsoleha, waktu itu aku bawa gitar di tas, jemput ibu sewaktu pulang ngajar ngaji, orang yang menatap aku aneh menggendong gitar, ibu malah bilang “dia beli gitar sendiri tuh, makanya kemana mana di bawa main terus biar cepet bisa kali ya, ?” bilangnya ke salah satu wali murid, dan ia pun tersenyum bangga sekali rasanya aku pun luar biasa bangganya, beda saat aku berdampingan anak anak itu, aku hanya di ejek rasanya.
PULANG DARI RUMAH, IBUKU SAKIT, DI BAWA KERUMAH SAKIT, DAN TERPAKSA DIRAWAT ! aku tidak boleh menjengukknya kata Paman pamanku, saat itu aku menangis untuk sebuah penyesalan yang tak mungkin dapat kembali lagi seperti sedia kala, aku tahu mungkin mereka kecewa akan tingkahku yang seperti ini, meninggalkan semua kehidupan keluarga untuk dunia luar yang semestinya itu bukan duniaku, aku marah!
Jangankan untuk berkomunikasi, bertatap muka saja aku merasa tak pernah lagi selama beberapa bulan terakhir ini, bahkan akupun makan di rumah doi yang kini aku tinggalkan begitu saja,,.
Untungnya ia tak pernah tahu di mana aku tinggal , sekarang aku mengakhiri semuanya, bahkan sebatang rokokpun tak mempan menggoda keadaanku yang kian suram !!
Sudahlah…
Kini itu adalah masa lalu, biarkan itu berlalu menjadi sebuah kenangan tanpa lagi aku rasakan,
Kini aku menatap masa depan dimana aku harus menjadi orang yang berharga bukan seorang pengamen di hadapan orang lain !!
Disana, di lorong kehidupan yang aku tatap, ada ibuku yang menungguku di ujung untuk mendekapku bahagia, YA buatlah ia BAHAGIA, hidupnya sudah begitu rumit, rumit masalah pasangannya yang tak bersamanya lagi, rumit dengan anak anak yang menyebabkannya pusing tak karuan, menjadi single parents adalah suatu hal yang sangat tidak menyenangkan, ia berharap nasibku tak sepertinya, biar ia yang merasakannya dan tidak lagi untuk siapapun, tetapi dalam hatiku “aku akan selalu ingin menjadi sepertinya” . “kaulah manusia yang menginspirasikan hidupku”, “kau yang menguatkan aku”, “kau yang membuatku selalu tunduk akan tuhan”, “kau yang menjadikanku seperti ini”, “terkadang saat orang lain bangga akan aku, aku akan meras 1000 kali lipat lebih bangga untuk ibuku” , KARENA AKU ADALAH PERSEMBAHAN HIDUPNYA, !!
Air mata…
“ABANG”, apa yang harus aku lakukan untuk dua lelaki kebanggaan aku dan Ibu ??
Aku mencoba membantu Ibu mengurus pribadi mereka seperti apa yang ibu ajarkan padaku,
Pertama, aku ajarkan mereka akan tuhan, ALLAH SWT, jika kalian sedang sedih “ceritakanlah padanya dan Mintalah apa yang kalian inginkan! ”, itu ajaran Ibu waktu aku kelas 3 SD aku ingin sekali menjadi ranking 1 di sekolah, saat itu ibu bilang seperti itu, dan SUBHANALLAH, aku selalu ranking satu selama kelas tiga sampai kelas enam, meskipun terkadang jatuh tidak jauh dari 2, mau lihat rapotnya ? masih ada di kamarku, mereka lalu mengerti apa yang aku ajarkan sampai aku cerita pada abang begini “ berdoa!! Sekecil apapun abang perlu sesuatu berdoa sama ALLAH, ALLAH maha mendengar, apa lagi masih kecil itu belum berdosa, ALLAH cepet kabulin nanti!”. Dan aku berhasil saat mereka sholat dan Ibu yang ajarkan mereka ngaji., aku melihat abang Bilal berdoa lamaaaa sekali, rasanya aku berhasil J cihuy…!!!
Kedua, “Laki laki itu tahan banting, jangan suka nangis kalo berantem lawan aja, kaka aja cewek karate, masa abang yang laki laki ga bisa bela diri? Akhirnya Ibuku mendaftarkannya karate, tp ga berlangsung lama, dia lebih tertarik untuk belajar bersama aku di halaman rumah kami yang cukup luas untuk belajar beladiri,hmm mungkin, karena banyak bercandanya banyak marahnya yang kadang kadang suka ia ledekin gini “masa sinpai marah marah melulu?” .” selain bela diri, aku selalu ajarkan mereka untuk menyukai sepak bola, wah… sungguh hal yang sulit memang menjelaskannya kenapa aku seorang perempuan tetapi seperti laki laki, mungkin aku ga pernah tahu apa pikiran abang tentang aku mungkin dalam hatinya ia berucap “kakak gw perempuan bukan sih?”. Caranya mengenalkan sepakbola agak sulit, dari mana, tapi aku minta Ibu membelikan mereka baju bola, kalo ga Chelsea, Real Madrid, Barca, atau baju Persija,Ibu setuju, tapi ibu ga tahu sedikitpun niat aku, aku hanya bilang “keren bu, cowok pake baju bola”. Dan ibuku pun mengiyakannya..
Aku minta mereka untuk patungan uang jajan beli bola sepak, meskipun yang plastic itu ga masalah, akhirnya uang mereka terkumpul, dan kita bertiga bermain bola yang penjaga gawangnya abang bilal, dan penjaga gawang satunya bang ali, tapi mereka harus rebutan juga untuk memasukkan goal ke gawangnya lawan, serunya permainan ini kita lakukan sore hari sebelum tiba waktu kita untuk mandi, dan itu menjadi Hobby, aku perkenalkan pemain bola terkenal dan hebat seperti “Christian Ronaldo, David Beckham, dan Lionel Messi,” dari situ mereka penasaran yang mana Orang Orang yang aku sebutkan saat mereka bermain bola, dan aku pun mengajak mereka untuk menonton, saat itu piala dunia, malam malam aku bangunkan mereka untuk nonton pertandingannya, tapi yang lucunya abang kecilku bilal marah saat di bangunkan dari tidurnya, ia bilang “ga mau besok pagi aja kaka,,…!!” hahaha yasudah aku pun mengerti mereka harus sekolah paginya. Dan aku merekamnya pada recorder movie di handphoneku, sampai sekarang mereka sering nonton bola tanpa aku minta. Bahkan mereka sudah punya idola masing masing di dalam dirinya. Pernah aku bertanya
“mau gak jadi pemain sepakbola..?”
“ Ali mau jadi PILOT kak !”
“Oke!”
“Bilal?”
“Ga tau, bilal bingung, bilal sukanya balap!”, mungkin karena pengaruh ibu yang suka membelikan mainan motor motoran itu, terus terkadang aku pun menjemptnya ngaji dengan bersepeda motor dan ia kegirangan saat pecinya terbang dalam gasku!
Oke saat jawaban mereka bukan seorang pesepakbola, aku berfikir, biarlah mereka berangan apa yang ingin mereka capai aku tak pernah menyangka kalau mereka telah punya cita cita,aku meminta mereka untuk mengidolakan iwan fals, itulah “inspirasi,kekuatan,tebal mental” saat mendengarnya biar “gak cengeng”, “gak banci”, kalo banci “cewe ga suka!” trus terkadang aku menceritakan mereka untuk memuliakan perempuan dengan cara bantu ibu,” laki laki juga bisa bantuin ibu!” nanti kalo mau bantuin, kaka ajarin main gitar,ok? … (mereka mengiayakan)
Dan satu hal yang masih kini menjadi proses, naik pohon rambutan yang tinggi, aku masih sulit bagaimana aku mengajarkannya, aku mencoba untuk memanjat pohon rambutan di depan rumah dengan lincahnya, lalu aku memetik serenceng rambutan yang aku makan sendiri, aku tahu Ali mau, hanya ia tak bisa memanjatnya, aku mengiming iminginya dan akhirnya ia memanjat juga dengan beraninya ia bisa, hanya belum begitu tinggi, setiap hari aku lakukan meski di atas pohon aku hanya untuk tiduran menyender melihat atap rumah yang dulu pernah jadi sahabatku dari atas pohon, tetapi aku rasa Ali mulai iri dan ingin seperti aku, sampai suatu saat kami berdua memanjat, ia lebih dulu memanjat dan sampai pada tempat yang nyaman untuk dia hinggap menyenderkan bahunya, tetapi aku masih belum puas, aku ingin dia melangkahi aku meski hanya beberapa cm… aku memanjat sampai pada puncak pohon rambutan yang terletak di halaman rumah, aku pun tak pernah membayangkan dapat memanjat seperti monyet dan setinggi ini, mungkin aku sering melihat ayahku memanjat dan aku iri padanya, hingga kini ini kemampuan yang aku punya dari ayahku, bahkan jika teman laki laki sekolahku datang kerumah, mereka mendapati aku sedang di atas pohon. Biarlah mereka mau bilang aku tomboy atau apa,. Aku bangga bangga saja, makan buah tanpa harus menyuruh orang lain memetiknya, dan saat aku di puncak pohon ku bilang “coba belajar sampe atas! Disini lebih banyak buahnya!” doakan saja semoga proses ini membuahkan hasil, karena aku tidak pernah gagal untuk apapun aku PERCAYA,,!!
Aku hanya mencoba untuk membuat mereka yang kehilangan sosok Ayah tetap menjadi laki laki sejati !
Bukan lelaki yang cengeng menghadapi kenyataan Hidup,
Hidup itu keras, masih banyak aktifitas yang menyenangkan yang dapat kita lakukan selain menangis !!
Dan aku selalu berpesan pada mereka “janganlah pernah menangis, karena menangis hanya membuat diri kita lemah!”
“dan satu hal, jangan kecewakan Orang yang ada di sekitar kita, karena kita tidak akan pernah Ingin melihat BUTIRAN AIR MATA “
DAN…
Sampai saat ini, aku tidak pernah melihat mereka menangis, terima kasih tuhan…
MEREKA LUAR BIASA !!!
This write for My Lovely Mother and My brothers “Abang Ali & Abang Kecil Bilal”
Dan untuk Ayahku….
cerita hdp llu sedihh yah ?? py cukup unik ,, keren & lucu ...
ReplyDeleteSabar ya Alika
ReplyDeletehanya itu yg bisa kusampaikan padamu
Sabar....
untuk belgi :
ReplyDeletega lucu sebenernya ini real...
: )
untuk bang Maysar :
Ya saya justru menghilangkan itu dalam fikiran..