Saat dua mata Indah gw melihat menjauh
Melihat secercah cahaya dalam sebuah pandangan
Hidung pun Terasa ada sesuatu yang harum
“Pertemuan”
Itulah dirimu
Yang menghantarkan keajaiban tuhan
Di balik tubuhmu
Tersimpan Cinta yang tergetar disana…
Di hati gw…
Cinta yang ga semestinya gw rasain…
Bisa terbayang bayang dalam tidur sebelum malam
Dan lamunan saat sandang gitar bahkan lagu lagu yang menjadi memori
Dalam liriknya menyatu dengan hati yang sedang jatuh cinta
Badai !
Badai hebat menggetarkan Jiwa seorang Pemuda
Yang gw tahu kau tak harapkan…
Karena gw bukan seorang Pujangga malam
Yang dapat setiap keteduhan memberikanMu kata kata Indah penuh Romansa
Karena gw bukan Pangeran
Yang dapat menjemputmu kemana kau mau dengan Mercedesku
Karena gw bukan Justin Bieber
Yang dapat Menampakkan Ketampanan pada semua gadis di pesta malammu
Tapi ..
Gw cukup cengeng
Gw jatuh cinta
Sama Orang yang gak tahu gw artikan “Iblis” atau “Malaikat”
Nyaris sambutan akan Cinta gw yang di “Riject”
Membuat gw demam berminggu minggu
Membuat gw selalu berkata
“ brengseknya merasuki hati gw !”
Sesungguhnya gw tersadar kini….
Sepenuhnya bukan salahnya…
Ini salah Tuhan…
Menghadirkan malaikat yang nyaris siapapun ga akan bisa berpaling
Apa lagi merasakan getaran cinta
Mungkin hal yang lumrah dalam sosok sepertinya
Karena setiap lekuk dirinya
Dalam garis susunan tubuhnya
Satupun tak terlihat buruk dalam sebuah tatapan
Dari mulai Indah matanya..
Ga pernah luput sedetikpun dari pejaman mata gw
Dari mulai lekukan bibirnya
Seakan memaksa gw selalu tersenyum meski tak bisa memilikinya
….
Andaikan dia disini…..
Di samping gw…
Biarkan gw berbisik perlahan di telinganya
Bahwa
“ sang malaikat yang nyaris tak bersyarat hadir untuk gw…
Sungguh perasaan ini membadai bagai angin yang dingin di sebuah gurun sahara…”
Sungguh ga akan ada kemungkinan
Tapi gw mungkin
Izinkan gw untuk menyebutmu
Malaikat Manis dalam benak….
Aku pendengar setia dalam jeritMu meronta akan Pria yang mencambuk batinMu
Secara berganti cerita itu berubah kian menitnya
Dan semua itu tertuang dalam jemari yang kau ketik
Semua tertuang dalam suara yang kau ucap
Semua aku dengar dan lihat
Aku tahu
Aku tahu
Dan itu Cukup !
Rasanya Makhluk seindah dirimu tak pantas menjadi ribuan permainan Pria
Rasanya Makhluk seindah dirimu tak pantas menangisi cinta dalam suara
Seharusnya cinta yang kau hadirkan cukup satu kali
Cukup untuk seorang Pria yang selalu hadir dalam Indahnya kau bersolek dalam cermin
Cukup untuk seorang Pria yang selalu setia mengejarmu dalam canda mengitari sepanjang bibir pantai nan biru di kuta
Cukup untuk seorang Pria yang mendengarkan seribu lagu kau bernyanyi meski suaramu nyaris membuat semua geger…
Tetapi dia selalu ada untuk kenangan dalam hidupmu
Sampai suatu ketika kau jatuh dan menutup mata
Ia siap menghantarkanMu
Menggendongmu dalam ketegaran
Membawamu di tempat perabadian
Mencium keningmu untuk terakhir kalinya dalam tutupan kain
Yang sepantasnya menjadi kain yang paling Indah dalam istirahat sang Malaikat
Cinta yang satu Itu…
Aku siap hadirkan dalam dekapan
Mendekapmu mengarungi lautan sampai ketepian pantai yang sunyi
Bersama perahu layarku yang aku buat dari kayu
Yang ku buat sekokoh mungkin untukmu
Yang sangat aku cintai….
Cinta yang satu itu….
Aku siap hadirkan dalam lamunanMu
Lalu mengagetkanmu dan menyentuh bibirmu dalam dekapanku
Menenangkan dan membawamu menjadi abadi
Dan tertawa dalam keramahanku
Cinta yang satu ini…
Aku siap hadirkan untuk secangkir the hangat
Dan selalu menemanimu
Meski aku harus meronta dalam tiap jeratan ranjau hitam mencekal langkahku
melindungimu
Tahukah wahai malaikatku??
aku sungguh akan menggadaikan dunia ini
akhirat ini
hanya untuk memiliki keindahan yang sulit aku ungkapkan
cinta yang sulit aku miliki
menjadi kian rumit dalam penyelesaiannya
sungguh jangan lagi hadirkan cinta untuk pria yang berganti
sungguh kau malaikat terindah
yang seharusnya aku miliki
yang hanya di miliki satu cinta yang akan membuatmu berhenti mencari
sungguh percayalah
aku manusia yang baik di kirim tuhan untuk keindahan mu..
berhentilah menggadaikan harga diri untuk semua pecundang
mendekatlah padaku yang akan membawamu dalam sebuah perabadian
membawamu dalam sebuah dekapan hangat
bagai Edward dan kau Isabela…
bagai Romeo dan kau Juliet…
bagai Jack dan kau Rose…
Mari…
Akan ku dekap erat di ujung sebuah kapal besar
Teapt di depan bidangnya dadaku kau ku dekap
Hingga kita sampai dalam sebuah kebahagiaan
Tanpa ada pecundang di sana!
Jangan lagi menjauh dan pergi nyaris tak kembali lagi….
No comments:
Post a Comment
Please You comment about my Blog !
:D